what are you looking for?

Kamis, 15 Desember 2016

Rogue One: A Star Wars Story, Hancurkan Death Star!

credit by Google

Seperti mendulang emas dalam lautan air keruh. Itulah kalimat yang pantas untuk menggambarkan Walt Disney berkenaan dengan franchise besar Star Wars. Mengulang kesuksesan mereka tahun lalu dalam Star Wars: The Force Awakens, pihak Walt Disney yang juga selaku pemilik lisensi kembali dengan merilis sebuah film spin-off dari saga Star Wars. Di dapuk menjadi film kedua dalam rentetan proyek maha besar Walt Disney sampai tahun 2019, Rogue One: A Star Wars Story diharapkan membuat para pecinta film Hollywood khususnya pecinta franchise ini agar selalu dapat menikmati euforia Star Wars setiap tahunnya, juga nilai lebihnya menambah pundi-pundi Dollar pemasukan bagi sang produsen.
Dalam trailernya sendiri hanya terlihat sebuah planet atau lebih tepatnya daratan yang diambil sumber dayanya untuk keperluan Galactic Empire. Seperti adanya misi untuk menghancurkan starbase killer dengan tentunya mengenyahkan para Stormtrooper dan siapapun yang menghalangi. Pertempuran di pantai yang kelihatannya seru. And wait, Darth Vader will be available!
(mengandung spoiler)

credit by Youtube

Hiduplah keluarga Erso di tengah planet dalam kesatuan dagang antar galaksi Ring of Kafrene. Galen Erso yang mulanya pensiunan ilmuwan dari Galactic Empire tiba-tiba didatangi Orson Krennic yang juga petinggi Imperial (Galactic Empire). Galen digeret paksa ke markas besar Imperial. Istrinya, Lyra dibunuh di tempat dan anaknya, Jyn sempat melarikan diri dan berlindung di dalam gua hingga rekan ayahnya menjemputnya.
Seorang pilot Imperial bernama Bodhi Rook mencari Saw Gerrera guna mengirimkannya sebuah pesan rahasia. Diketahui Saw Gerrera adalah orang yang menyelamatkan Jyn Erso sewaktu dalam pelarian. Saw Gerrera pada mulanya tidak mempercayai apapun yang dilakukan si pilot, bahkan sempat mengancamnya dengan Bor Gullet, namun karena si pilot memang yakin membawa pesan yang benar dia pun memberikan pesan tersebut.
Di kamp buruh Wobani, Jyn Erso dewasa diselamatkan anggota Rebel Alliance dari hukumannya di penjara. Dibawa ke planet Yavin 4, tidak jelas juga kenapa Jyn bisa dijebloskan ke penjara, tapi satu hal yang pasti dia diselamatkan anggota Rebel karena hubungannya dengan sang ayah. Di sisi lain Rebel menerima sebuah kisikan bahwa seorang pilot Imperial membawa pesan penting kepada seseorang bernama Saw Gerrera di tempat lain. Dipercaya akan membantu, diutuslah Jyn beserta anggota Rebel lain, Cassian Andor ditemani droidnya K-2SO mencari jejak si pilot dan menemukan lokasi Galen Erso berada.

credit by Official Site

Pada mulanya ketiganya melacak jejak si pilot yang mendarat di planet Jedha. Nyatanya di planet Jedha terdapat banyak sekali kapal-kapal besar Imperial yang mengangkut kristal Kyber untuk bahan bakar Death Star mereka. Ditengah perjalanan terjadi penyerangan dari loyalis Saw Gerrera terhadap Imperial. Jyn, Cassian dan K-2SO dibantu seorang biksu bernama Chirrut Îmwe dan temannya Baze Malbus dalam mempertahankan diri. Tak disangka kelimanya malah diculik dan dibawa ke hadapan Saw Gerrera. Setelah temu kangen dengan Saw Gerrera, Jyn diberitahukan sebuah pesan dari ayahnya yang berisikan cara menghancurkan Death Star. Naas Imperial mengetahui keberadaan mereka di sana. Atasan arahan dari Orson Krennic, Imperial menggunakan Death Star menghancurkan markas besar Saw Gerrera. Jyn, Cassian, K-2SO bersama si pilot Rook, Chirrut dan Malbus kabur tepat sebelum markas hancur lebur.
Kali berikutnya enam orang yang terakhir disebut memasuki planet Eadu tempat Galen Erso berada. Jyn dan Cassian pergi berdua saja, Chirrut dan Malbus pergi untuk membunuh sebanyak mungkin anggota Imperial, tinggalah Rook dan H-2SO di kapal menunggu perintah. Tak disangka Orson Krennic juga menemui Galen Erso meminta pertanggung jawabannya di markas. Nyatanya Cassian menerima perintah dari Rebel untuk membunuh Galen Erso. Meski berakhir tidak melakukan perintahnya, kapal-kapal Rebel mendadak datang dan menembaki markas Galen Erso. Orson Krennic berhasil melarikan diri. Jyn yang berkabung atas kematian sang ayah mendarat di markas besar Rebel untuk berbicara dihadapan seluruh anggota dewan.
Dalam pesannya, Galen Erso berkata jika ingin menghancurkan Death Star maka titik kelemahannya ada pada modul reaktornya. Denah untuk menuju pusat reaktor disimpan di tempat penyimpanan dokumen dalam planet Scarif. Seluruh dewan Rebel tidak menyetujui memberi bantuan kepada Jyn untuk menyerbu planet Scardif. Jyn yang putus asa kembali berharap karena Cassian, H-2SO, Rook, Chirrut dan Malbus dibantu teman-teman dari Cassian di Rebel mau membantunya. Berangkatlah mereka semua ke planet Cardif.
Hook yang sudah hapal seluk beluk planet Cardif menyusun rencana dan memandu mereka memasuki celah keamanannya. Berdalih sebagai kapal barang mereka diijinkan mendarat di salah satu stasiun pendaratannya. Menghindari sidak dari anggota Imperial dan mulai menyerang siapapun yang mendekat. Jyn, Cassian dan H-2SO berjalan menuju tempat penyimpanan. Di pusat komando, Orson Krennic kembali berada di sini mulanya untuk memastikan denah Death Star tetap berada di tempatnya.
Di angkasa kapal-kapal besar Rebel mau tidak mau membantu keenam pembelot ini. Beberapa kapal berhasil melewati celah keamanan sebelum menutup. Pertempuran sengit di pantai dan di angkasa tak terelakkan. H-2SO memberi kontribusi besarnya dengan mengorbankan dirinya sendiri guna menemukan data yang berisi denah Death Star. Rook menghubungi kapal-kapal Rebel jika Jyn akan mentransfer data menggunakan satelit menuju luar angkasa. Meski dihalangi Orson Krennic, Jyn dan Cassian berhasil mentransfer data dan satu kapal besar Rebel berhasil mengunduhnya.
Di angkasa sepasukan Galactic Empire dibawah arahan langsung dari Darth Vader menghancurkan kapal-kapal besar Rebel tanpa sisa. Beruntungnya data yang berisikan denah Death Star berhasil diunduh dalam sebuah kepingan dan diamankan salah satu petinggi Rebel. Kini tertinggal semua orang yang bertempur di planet Cardif. Satu persatu mereka mati dalam serangan.

credit by Google

The Facts
  • Rebel Alliance adalah pihak yang diceritakan dalam sisi yang baik. Sama halnya Resistance dalam Star Wars: The Force Awakens. Bermarkas di planet Dantooine dan Yavin 4. Anggotanya antara lain : Cassian, H-2SO (yang sudah dihapus memorinya), Senator Mon Mothma, Senator Bail Organa, Jendral Draven, Jendral Merrick, Laksamana Raddus, Jendral Dodonna, Senator Vaspar, Senator Pamlo, Senator Jebel, Bistan "Space Monkey" dan lainnya.
  • Galactic Empire di lain sisi adalah pihak yang diceritakan dalam sisi yang jahat. Sama halnya dengan First Order dalam Star Wars: The Force Awakens. Kesatuan militernya sendiri sering disebut Imperial Military. Bermarkas di Coruscant dan Death Star. Anggotanya antara lain : Darth Vader, Orson Krennic, Grand Moff Tarkin, para Stormtrooper, para Death Trooper, Galen Erso dan lainnya.
  • Jyn Erso (atau Lianna Halik, sebutannya di Yavin 4) adalah tokoh utama di film ini, anak dari Galen dan Lyra Erso. Cassian Andor adalah anggota dari Rebel Alliance. H-2SO adalah droid Imperial yang memorinya telah dimodifikasi oleh Cassian. Chirrut Îmwe adalah seorang biksu di kuil Whills yang bertugas menjaga kristal Kyber. Baze Malbus adalah ksatria, teman dari Chirrut. Bodhi Rook adalah pilot Imperial yang berbalik mendukung Rebel atas dukungan dari Galen Erso yang memberinya sebuah pesan.
  • Nama-nama planet yang eksis di film ini antara lain : Ring of Kafrene sebagai sistem kesatuan dagang antar galaksi, planet Jedha sebagai bulan yang diduduki Imperial tempat kristal Kyber ditambang. Wobani sebagai planet tempat Jyn Erso di penjara pada kamp Imperial. Yavin 4 sebagai markas Rebel Alliance yang dikomandoi oleh Jendral Draven. Eadu sebagai planet tempat penyulingan kristal Kyber, dikepalai oleh Garen Erso. Death Star yang diibaratkan sebuah planet yang digunakan Imperial untuk menghancurkan planet-planet lain.
  • Garen Erso mulanya adalah ilmuwan yang memiliki ide untuk membuat Death Star. Mirip dengan Starbase Killer dalam Star Wars: The Force Awakens. Karena idenya bertolak belakang dengan visi dan misi dari Galactic Empire, dia melarikan diri dan bersembunyi di sebuah planet dalam Ring of Kafrene hingga memiliki istri dan seorang anak. Death Star dapat bekerja dengan bahan bakar dari kristal Kyber di planet Jedha. Diketahui kristal Kyber adalah bahan yang sama yang digunakan Jedi untuk membuat light saber. Garen sengaja membuat titik lemah pada Death Star yang terletak di modul reaktornya, dengan harapan akan ada seseorang yang menghancurkannya suatu hari nanti.
  • Hampir semua tokoh utama mati menjelang ending film. Saw Gerrera mati ketika markasnya dihancurkan Death Star. Galen Erso mati ditembaki kapal-kapal Rebel. H-2SO mengorbankan diri dalam pusat penyimpanan saat melindungi Jyn dan Cassian dengan meledakkan dirinya sendiri. Bodhi Rook mati di dalam kapal yang meledak. Chirrut mengorbankan dirinya dengan suka rela berjalan menuju tombol tempat alat komunikasi terhubung, mati ditembak Stormtroopers. Baze Malbus mati ditembaki Stormtroopers. Jyn dan Cassian setelah selesai mentransfer denah ke angkasa, bersama berada di pinggir pantai ketika efek penghancuran akibat Death Star membunuh keduanya. Orson Krennic mati diatas menara satelit setelah sebelumnya adu kuat dengan Jyn dan Cassian.
  • Bor Gullet yang digunakan Saw Gerrera untuk menginterogasi Rook berwujud gurita raksasa.
  • Stardust, nama panggilan Galen Erso untuk anaknya Lyn, yang juga kode tempat menyimpan denah Death Star dalam tempat penyimpanan planet Cardif.
  • Princess Leia Organa muncul di akhir menjelang ending film. Ketika seorang prajurit Rebel berhasil mengunduh denah dari planet Cardif ke dalam sebuah kepingan, mendadak kapal mereka diserang oleh pasukan Darth Vader. Prajurit tersebut memberikan kepingan itu kepada prajurit lain yang memberikannya langsung kepada princess Leia.
  • Droid C-3PO dan R2-D2 terlihat di film ini ketika adegan berangkatnya kapal Jyn dan Cassian menuju planet Cardif.
  • Obi Wan Kenobi, si master Force sebenernya juga hampir disebut namanya saat Senator Bail Organa berkata didepan Senator Mon Mothma yang menyinggungnya dengan sebutan "Jedi dari Aldeeran".
  • Rogue One sendiri adalah nama elit pasukan yang dikarang Bodhi Rook ketika kapal curian mereka, SW 0608 hendak lepas landas tanpa ijin menuju planet Cardif.
  • Timeline film Rogue One ini berada pada event sebelum Star Wars: Episode IV - A New Hope (1977) dan lima tahun setelah Star Wars Rebels (2014).
credit by Twitter

Grade :
Outstanding - Exceeds ExpectationsAcceptable - Poor - Dreadful - Troll

Jika kalian suka sekali dengan franchise Star Wars maka wajib kalian menontonnya, jika kalian hanya terkena euforia Star Wars yang lagi booming lebih baik pikir kembali. Bahkan akun twitter @CenayangFilm berkata buat yang gak nonton Star Wars episode IV, V, VI dan Rebel ini hanyalah film perang bintang semata. Setengah awal film untuk Rebel, kebingungan di setengah awal dan girang banget di setengah akhir, Stormtroopers masih aja culun, serta tidak ada scene tambahan di after credit tentunya.
Klik untuk review Star Wars: The Force Awakens
Buat kalian ada yang mencari Darth Vader, tenang di akan muncul dalam dua adegan. Jika kalian mencari di mana Han Solo dan Chewbacca, mereka gak nonggol di film ini. Apalagi jika kalian mencari Rey, Finn serta Kylo Ren, mereka bahkan belum sempat terpikirkan akan dibuat oleh kedua orang tua mereka masing-masing. So?

"I'm one with the Force, and the Force is with me." - Chirrut Îmwe
credit by Google


Next :  Arrival
NB : Gue sempet nonton Moana tapi lupa sampai sekarang belom ditulis XD

2 komentar:

  1. Sepertinya yang dimaksud oleh Bail Organa itu bukan Luke, tapi Obi Wan kenobi. Senator Organa menambahkan bahwa JEdi tersebut adalah yang membantunya saat perang klon. Jedi yang tersisa setelah perang klon adalah Obi Wan dan Yoda. Luke pada saat itu belum jadi Jedi, karena timeline Rogue one berada sebelum Star Wars Episode IV.

    BalasHapus

time flight